Contoh Teks Khutbah Jumat Pendek - Ketika Saat Kematian Tiba

Contoh Naskah Khutbah Jumat – Dari berbagai faktor yang menimbulkan kekhawatiran dan ketakutan bagi manusia tidak ada yang melampaui ketakutan terhadap kematian. Tampaknya begitu banyak manusia yang takut mati yang tidak pernah tahu kapan datangnya. Hingga kini manusia bermimpi mendapatkan air kehidupan atau obat awet muda dan hidup abadi yang senantiasa menjadi impian umat manusia sepanjang sejarah. Kebanyakan orang juga takut mendengar kata kematian, atau sakaratul maut.

Dampak dari ketakutan ini muncul berbagai mitos seperti hantu kematian, cengkeraman kematian dan istilah lainnya yang menunjukkan kekhawatiran dan ketakutan terhadap datangnya kematian bagi kebanyakan orang. Kini muncul pertanyaan, apa faktor pemicu dari ketakutan terhadap kematian ini? Mengapa umat manusia lari dari kematian, dan menilainya sebagai musibah yang paling besar bagi dirinya sendiri dan keluarga yang ditinggalkan. Dalam blog contoh khutbah jumat ini saya akan mengupas tuntas pertanyaan-pertanyaan seputar kematian. Berikut ini adalah ulasannya :


Contoh Teks Khutbah Jumat Singkat - Ketika Saat Kematian Tiba

Khutbah awal

اَلْحَمْدُ للهِ وَحْدَهُ، نَحْمَدُهُ وَ نَسْتَعِيْنُهُ وَ نَسْتَغْفِرُهُ وَنَتُوْبُ اِلَيْهِ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرُ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَهُوَ الْمُهْتَدُ وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلَنْ تَجِدَ لَهُ وَلِيًّا مُرْشِدًا   أَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ بَلَغَ الرِّسَالَةَ وَأَدَّى اْلأَمَانَةَ وَنَصَحَ لِلأُّمَّةِ وَتَرَكَنَا عَلَى الْمَحْجَةِ الْبَيْضَاءِ لَيْلَهَا كَنَهَارِهَا لاَ يَزِيْغُ عَنْهَا اِلاَّ هَالِكٌ  اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ دَعَا بِدَعْوَتِهِ اِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ. أَمَّا بَعْدُ, فَيَا عِبَادَ اللهِ اُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي الْخَاطِئَةِ الْمُذْنِبَةِ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. وَقَالَ اللهُ تَعَالَى فِي مُحْكَمِ التَّنْزِيْلِ بَعْدَ أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ : وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الرُّوحِ قُلِ الرُّوحُ مِنْ أَمْرِ رَبِّي وَمَا أُوتِيتُمْ مِنَ الْعِلْمِ إِلا قَلِيلا

Wahay kaum muslimin, bertakwalah kepada Alloh dan bersegeralah menuju ampunan dan ridha-Nya. Ketahuilah, sesungguhnya Alloh menciptakan kita agar kita meyakini semua ajaran agama-Nya dan benar-benar menaati-Nya. Marilah kita tingkatkan amal saleh, sebelumm datang saat dipisahkannya roh dari jasad kasar kita.

Alloh SWT berfirman :

وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الرُّوحِ قُلِ الرُّوحُ مِنْ أَمْرِ رَبِّي وَمَا أُوتِيتُمْ مِنَ الْعِلْمِ إِلا قَلِيلا

Artinya : “Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah : “Roh itu termasuk urusan Tuhanku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit.” (QS. Al Isra:85)

Sidang jumat yang berbahagia

Firman Alloh diatas telah menjelaskan, sesungguhnya jiwa, roh itu ada. Tetapi ia merupakan sesuatu yang gaib, karena penciptaan roh sebagai sumber keberadaan dan gerak hidupnya tidak terlihat oleh mata kepala. Dan kitapun harus menyadari, bahwa hakekat roh itu bukanlah masalah yang dapat dijangkau oleh akal pikiran manusia, hanya Alloh sajalah yang mengetahui dengan pasti hakekat yang sebenarnya.

Membicarakan tentang roh tentu kita akan tertarik untuk mempersoalkan tentang hidup dan mati. Ternyata banyak orang beranggapan, seolah-olah bagi mereka hidup ini bertambah panjang. Padahal hakekatnya bertambah umur seseorang, ia semakin mendekati pintu gerbang kematian. Maka banyak orang amat takut mendengar perkataan mati. Apalagi saat menghadapinya nanti.
Rasulullah SAW bersabda :

اَكْثِرُوْا ذِكْرَ اْلمَوْتِ فَإِنَّه ُيُمَحِّصُ الُّذنُوْبِ وَيُزْهِدُ فِي الُّدنْيَا . رواه ابن ابى الدنيا

Artinya : “Sering-seringlah mengingat kematian, sebab yang demikian itu (berarti kesempatan) untuk penghapusan dosa dan penyebab timbulnya rasa zuhud kepada kehidupan dunia.” (HR. Ibnu Abiddun-ya)

Lumrah, bila banyak orang berusaha memelihara kesehatan, ingin tetap muda dan kuat serta panjang umur. Tetapi sayangnya, keinginan itu tidak bakal terwujud. Kita hanya diberi kesempatan oleh Alloh SWT. Sekedar batas-batas ikhtiyar untuk kelihatan awet muda, tubuh tetap segar, akal pikiran tetap sehat dan hidup bahagia. Sekalipun demikian, tetap saja suatu ketika, kematian pasti datang. Sebab bukanlah penciptaan manusia itu sendiri atas jasmani dan rohani. Dimana di dalam jasmani terdapat kesehatan yang bisa dirasakan kenikmatannya dan ada pula penyakit yang akan menyebabkan kematiannya. Adalah mustahil seseorang bisa menghindari kematian dan lari dari ajal.
Alloh SWT berfirman :

وَكُنْتُمْ أَمْوَاتًا فَأَحْيَاكُمْ ثُمَّ يُمِيتُكُمْ ثُمَّ يُحْيِيكُمْ ثُمَّ إِلَيْهِ تُرْجَعُونَ

Artinya : “..... dan kamu tadinya mati, lalu Alloh menghidupkan kamu, kemudian kamu dimatikan dan dihidupkan-Nya kembali, kemudian kepada-Nya lah kamu dikembalikan.” (QS. Al Baqarah: 28)

Dan pada ayat yang lain Alloh SWT berfirman :

الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلا وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ

Artinya : “(Alloh) yang menjadikan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa diantara kamu lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa Lagi Maha Pengampun,” (QS. Al Mulk: 2)

Kaum muslimin yang berbahagia

Sebagai orang mukmin kita harus meyakini bahwa setiap kematian seseorang di dunia ini, kelak oleh Alloh akan dihidupkan kembali. Karena tindakan Alloh merusak tubuh manusia dengan kematian itu, untuk tujuan membangunnya kembali dengan suatu rekayasa yang baru. Begitu roh dipisahkan dari jasad kasar yang segera menjadi rusak, Alloh mengenakan pakaian yang baru dan bersih kepada si roh. Karena setelah roh meninggalkan kehidupan dunia yang sepele dan tidak kekal ini manakala ia beriiman, ia segera berpindah tempat di suatu kehidupan sebelumnya. Malahan, kalau roh itu beruntung, Alloh akan memberinya surga dengan kenikmatan yang tak pernah terlihat oleh mata, tak pernah terdengarkan oleh telinga, bahkan tak pernah tersirat di dalam hati seorang manusia.

Kita semua harus menyadari bahwa kematian yang setiap orang tidak bisa lari darinya, bukanlah merupakan penutup bagi perjalanan hidup seseorang. Tetapi justru sebaliknya, pada hakekatnya kematian adalah langkah awal setiap orang untuk menuju kehidupan yang kekal dan langgeng. Sedangkan alam kubur yang nantinya menjadi tempat persinggahan pertama setelah kematian itu, hanyalah merupakan tahap pertama dari alam akherat yang panjang tak berkesudahan.
Rasulullah Saw bersabda :

اَلقَبْرُ اَوَّلُ مَنْزِلٍ مَنْ مَنَازِلِ الَاخِرَةِ وَاَخِرُ مَنْزِلٍ مِنْ مَنَازِلِ الّدُّنْيَا فَمَنْ نَجَا مِنْهُ فَمَا بَعْدَهُ اَشَدُّ .

Artinya : “Alam kubur adalah temppat tinggal tahap pertama dari beberapa tahapan tempat alam akherat, dan merupakan tempat tinggal terakhir dari beberapa tempat kehidupan dunia. Barang siapa selamat dari bencana nya maka semua urusan sesudahnya akan mudah, dan jika tidak selamat maka semua urusan sesudahnya akan lebih berat.”

Sidang jumat yang berbahagia

Begitu maut memisahkan seseorang dari kehidupan dunia, ia segera memasuki kehidupan yang lain, alam barzah yang kelak mempunyai tata cara tersendiri disana. Karena itu wajar kalau kita merasa sedih bila melihat seseorang menemui ajalnya. Akan tetapi lebih sedih lagi kalau memikirkan bahwa diri kita sendiri pun akan segera ikut mati. Bahkan dunia, dimana manusia menanamkan aktifitasnya, lambat laun akan menjadi binasa menuju jurang kematiannya, yaitu dengan datangnya kiamat. Sidang jumat yang berbahagia

Akhirnya, marilah kita amalkan sebaik-baiknya pesan Rasulullah Saw, dalam hadistnya :

اِغْتِنَمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ شَبَبَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ وَصِحَتَكَ قَبْلَ سُقْمِكَ وَغِنَاَك قَبْلَ فَقْرِكَ وَفَرَاغَكَ قبل شُغْلِكَ وَحَيَاتَكَ قبل مَوْتِكَ .. رواه البيهقى وابن ابى الدنيا وابن مبرك

Artinya : “Perhatikanlah lima hal sebelum terjadinya liha hal yang lain. Masa muda sebelum masa tua, keadaan sehat sebelum sakit, selagi berpunya sebelum kemungkinan jatuh miskin, selagi berkesempatan sebelum tidak berkesempatan dan selagi engkau masih hidup sebelum matimu.” (HR. Al Baihaqi, Ibnu Abiddun-ya dan Ibnu Mubarak)

Khutbah Tsani

  إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمن سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا ، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَصَفِيُّهُ وَخَلِيْلُهُ وَأَمِيْنُهُ عَلَى وَحْيِهِ ؛ فَصَلَوَاتُ اللهِ وَسَلَامُهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَ صَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ
أَمَّا بَعْدُ مَعَاشِرَ المُؤْمِنِيْنَ عِبَادَ اللهِ : اِتَّقُوْا اللهَ تَعَالَى وَرَاقِبُوْهُ مُرَاقَبَةً مَنْ يَعْلَمُ أَنَّ رَبَّهُ يَسْمَعُهُ وَ يَرَاهُ  اللهم اغـفر للمسلمين والمسلمات والمؤمنين والمؤمنات الاحياء منهم والاموات اللهم اعـز الاسلام والمسلمين واهلك الكفرة والمشركين ودمر اعدائنا واعدائك اعداء الدين بحق رب العالمين ربنا اتنا فى الدنيا حسنة وفى الاخرة حسنة وقنا عذاب النار برحمتك يا ارحم الراحمين والحمد لله رب العالمين 
 عباد الله ان الله يأمر بالعدل والاحسان وايتاء ذي القربى وينهى عن الفحشاء والمنكر والبغي يعظكم لعلكم تذكرون ولذكر الله اكبر استغفرالله لي ولكم

Itulah contoh khutbah jumat singkat tentang “Saat Kematian Tiba”, semoga apa yang saya tuliskan bisa bermanfaat bagi anda semua yang membacanya. Terimakasih 


Contoh Materi Khutbah Jumat Singkat - Mensosialisasikan Nilai-Nilai Ibadah Haji

Contoh Naskah Khutbah Jumat Singkat – Idul adha merupakan hari raya besar bagi umat Islam, kenapa dikatakan hari raya besar? Karena dihari itu terdapat suatu kejadian besar, yaitu penyembelihan hewan kurban atau yang sering kita sebut sebgai hari raya kurban. Bagi umat muslim yang sudah merasa mampu untuk melaksanakannya, maka hukumnya adalah wajib.Ada beberapa hewan kurban yang bisa atau yang diharuskan untuk disembelih, yaitu unta, kambing, dan sapi, ketiga hewan tersebut adalah hewan yang diharuskan untuk disembelih, dengan catatan hewan tersebut sudah layak untuk di kurbankan atau disembelih menurut syarat dan ketentuan dalam ajaran islam.

Setiap orang yang beriman senantiasa mendambakan rahmat, maghfirah, dan ridha Allah SWT. Seluruh aktivitasnya – duniawiyah dan ukhrawiyah – ia maksudkan untuk memperoleh rahmat dan ridha Allah SWT.Bagi orang beriman tidak ada perbedaan antara aktivitas duniawiyah dan aktivitas ukhrawiyah. Sebab, keduanya dilakukan dengan niat untuk mencari ridha Allah. Ridha artinya senang. Kedua aktivitas itu dilakukan sesuai dengan tuntunan dan petunjuk Allah. Bila kedua aktivitas tersebut sudah diridhai Allah maka tentu rahmat dan maghfirah-Nya pun akan dicurahkan Allah kepadanya.

Demi memperoleh rahmat, maghfirah, dan ridha Allah, seorang yang beriman akan melakukan apa saja yang mungkin ia lakukan dan memberikan apa saja yang mungkin ia berikan dan mengorbankan apa saja yang mungkin ia korbankan. Dan pada blog kali ini saya akan sedikit menuliskan contoh khutbah jumat tentang mensosialisasikan nilai-nilai dalam ibadah haji, semoga apa yang saya tuliskan ini bisa bermanfaat bagi anda yang membacanya. Berikut ini adalah ulasannya :

Contoh Teks Khutbah Jumat Singkat - Mensosialisasikan Nilai-Nilai Ibadah Haji

اَلْحَمْدُ للهِ وَحْدَهُ، نَحْمَدُهُ وَ نَسْتَعِيْنُهُ وَ نَسْتَغْفِرُهُ وَنَتُوْبُ اِلَيْهِ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرُ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَهُوَ الْمُهْتَدُ وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلَنْ تَجِدَ لَهُ وَلِيًّا مُرْشِدًا   أَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ بَلَغَ الرِّسَالَةَ وَأَدَّى اْلأَمَانَةَ وَنَصَحَ لِلأُّمَّةِ وَتَرَكَنَا عَلَى الْمَحْجَةِ الْبَيْضَاءِ لَيْلَهَا كَنَهَارِهَا لاَ يَزِيْغُ عَنْهَا اِلاَّ هَالِكٌ  اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ دَعَا بِدَعْوَتِهِ اِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ. أَمَّا بَعْدُ, فَيَا عِبَادَ اللهِ اُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي الْخَاطِئَةِ الْمُذْنِبَةِ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. وَقَالَ اللهُ تَعَالَى فِي مُحْكَمِ التَّنْزِيْلِ بَعْدَ أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ : وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلا

Wahay kaum muslimin, marilah kita tingkatkan kualitas iman dan takwa kita kepada Alloh swt, melalui peningkatan pemahaman, penghayatan dan pengamalan ajaran Islam. Ingatlah, bahwa saat ini kita tengah berada di bulan dzulhijjah, bulan yang dimuliakan dengan sebutan Asyhurul Hurum. Pada bulan ini, empat ribu tahun yang silam telah terjadi peristiwa besar dalam perjalanan sejarah Nabi Ibrahim As, dan putranya Ismail As, yang petilasannya telah diabadikan untuk umat manusia sebagai jalan penghambaan kepada Alloh, yaitu dsyariatkannya ibadah haji dan penyembelihan hewan qurban.

Hadirin sidang jumat yang berbahagia

Ketahuilah bahwa hukum melaksanakan ibadah haji ialah fardhu ain bagi setiap muslim yang mampu. Ia merupakan rukun Islam ke lima. Jika seseorang telah memenuhi syarat-syaratnya, maka ia wajib melaksanakan haji satu kali selama hidupnya.

Alloh berfirman :

وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلا

Artinya : “Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Alloh, yaitu (bagi) orang yang mampu mengadakan perjalanan ke Baitullah.” (QS. Ali Imran: 97)

Pengertian mampu dalam ayat ini ialah mampu menyediakan biaya perjalanan pergi dan pulang serta biaya hidup keluarga yang ditinggalkan, memiliki kesehatan yang baik untuk menempuh perjalanan dan pelaksanaan haji di mekah, serta terjaminnya keamanan diperjalanan. Disamping itu perlu diteliti, hendaknya seluruh ongkos beribadah ke tanah suci haruslah diperoleh dengan cara yang halal dan dari sumber yang halal. Seseorang harus menghitung hartanya sehingga ketika akan berangkat haji ia bebas dari semua hutang, dan mampu menyisihkan cadangan dana untuk dirinya dan keluarganya selama melaksanakan ibadah haji, sehingga ia terbebas dari hambatan perbekalan supaya bisa memusatkan perhatian jiwa raganya untuk ibadah.

Karena itu marilah kita mengukur diri kita masing-masing kalau ternyata kita termasuk orang-orang yang mampu, maka segeralah menunaikan kewajiban haji. Jangan sampai ditunda-tunda, sebab menunda-nunda keberangkatan haji padahal mampu, itu termasuk perbuatan dosa. Bahkan Rasulullah SAW mengingatkan bahwa orang yang sudah mampu menunaikan ibadah haji, kemudian tidak melaksanakannya hingga mati, mereka pantas disebut mati sebagai yahudi/nasrani.

Melaksanakan ibadah haji pada hakekatnya adalah memenuhi panggilan Ilahi, untuk berkunjung ke Rumah Suci-Nya, begitulah yang merupakan bangunan yang pertama dibangun oleh manusia untuk mensucikan Alloh. Ibadah haji tersebut merupakan sebuah bentuk penyerahan total kepada Alloh, untuk mencapai hubungan spiritual dengan Alloh, dan tidak ada tujuan lain kecuali untuk bertqarrub kepada Alloh SWT.

Kaum muslimin yang berbahagia

Ketahuilah dan yakinilah, bahwa dalam ibadah haji mempunyai banyak keutamaan dan mengandung hikmah-hikmah yang tinggi. Keutamaan itu antara lain :

1.    Orang yang menunaikan ibadah haji disucikan dosa dan kesalahannya oleh Alloh, dan mendapat surga, Rasulullah SAW bersabda :
   
اَلُعُمْرَةُ اِلَى عُمْرَةٍ كَفَّارَةُ بَيْنَهُمَا وَاْلحَخُ الْمَبْرُوْرُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ اِلّااْلجَنَّةَ

Artinya : “satu kali umrah sampai umrah berikutnya menghapus dosa yang ada antara keduanya. Dan haji mabrur (yang diterima Alloh) tiadalah balasannya kecuali surga.” (HR. Bukhari Muslim dari Abu Hurairah)

2.    Para jamaah haji diberi kehormatan oleh Alloh sebagai tamu-tamu terhorrmat-Nya, sehingga doa dan permohonan mereka akan dikabulkan oleh Alloh, sebagai mana sabda Rasulullah SAW :

والحجاج والعمارة وفدالله ان دعوه اجابهم وان استغفرواغفرلهم

Artinya : “orang-orang yang berhaji dan orang-orang yang berumrah adalah tamu Alloh. Jika mereka berdoa memohon ampunan kepada-Nya niscaya diampuni-Nya.” (HR.Ibnu majjah)

3.    Biaya yang dikeluarkan untuk haji dihitung oleh Alloh sebagai infaq untuk jihad fii sabilillah. Disebutkan dalam satu hadist :

النفقة في الحخ كالنفقة في سبيل الله الدرهم بسبع مائة ضعف

Artinya : “pengeluaran ongkos-ongkos untuk ibadah haji sama seperti pengeluaran ongkos-ongkos untuk perang sabil dan usaha-usaha di jalan Alloh. Satu uang dirham dengan pahala 700 kali lipat.”

4.    Bagi wanita yang pergi haji mempunyai nilai sama dengan orang yang pergi perang di jalan Allloh. Sebagaimana diriwayatkan :

عن عا ئشة رضي الله عنها قالت : قلت يارسول الله هل عل الى النساء خهاد ؟ قال نعم عليهن خهاد لاقتال فيه , الحخ المبرور

Artinya : “Dari Aisyah Ra. Ia berkata: aku bertanya, ya Rasulullah adakah bagi wanita itu berjihad? Rasulullah SAW menjawab: betul bagi mereka ada jihad, tapi bukan berperang, yaitu haji mabrur.” (HR. Bukhari)

5.    Semua amalan ibadah yang dilakukan oleh jamaah haji selama di mekkah dan madinah dilipatgandakan pahalanya dalam satu hadist diterangkan :

صلاة في مسجدي افضل من الف صلاة فيما سواه الا المسجد الحرم وصلاة في المسجد الحرام افضل من مائة الف صلاة فيما سواه

Artinya : “Shalat di Mesjid-Ku (Madinah) lebih utama seribu shalat di tempat lain, kecuali Masjidil Haram. Shalat di Masjidil Haram lebih utama dari seratus ribu shalat di tempat lainnya.”

Hadirin sidang jumat rahimakumullah

Kiranya masih banyak keutamaan-keutamaan lain selain yang telah disebutkan diatas, yang hakekatnya hanya diketahui oleh Alloh SWT. Adapun hikmah dan kemanfaatan yang terdapat dalam ibadah haji, tercermin di dalam firman Alloh yang menyuruh kaum muslimin mengambil hikmah dan manfaat dari nilai-nilai yang terkandung dalam ibadah haji:

وَأَذِّنْ فِي النَّاسِ بِالْحَجِّ يَأْتُوكَ رِجَالا وَعَلَى كُلِّ ضَامِرٍ يَأْتِينَ مِنْ كُلِّ فَجٍّ عَمِيقٍ . لِيَشْهَدُوا مَنَافِعَ لَهُمْ ...الحخ: 28-27

Artinya : “Dan serulah manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki dan mengendarai unta, mereka datang dari segenap enjuru yang jauh. Suaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka. (QS. Al Hajj: 27-28)

Manfaat dan hikmah yang dapat dipetik dari ibadah haji mencakup berbagai aspek kehidupan beragama, diantaranya yang paling penting adalah aspek iman dan takwa. Iman orang yang melakukan ibadah haji menjadi semakin kokoh, bertambah mantap keyakinannya terhadap kebenaran agama Islam. Karena dengan pergi haji seseorang dapat menyaksikan sendiri keagungan Masjidil Haram, ka’bah Baitullah, kota suci mekah dan madinah serta tempat-tempat bersejarah sebagai bukti kerasulan dan perjuangan Nabi Ibrahim dan Nabi Muhammad SAW. Tentulah, semua penyaksian ini bisa menjadi pengalaman rohaniah yang penting, dan merupakan kekayaan batin yang tinggi nilainya untuk memupuk kesemprnaan iman, lebih-lebih bagi orang yang semula imannya belum mapan.

Sidang jumat yang berbahagia

Karena itulah suasana kepasrahan dan penghambaan kepada Alloh dalam pelaksanaan ibadah haji di tanah suci sungguh amat menakjubkan. Betapa tidak! Berbagai kesibukan yang dikerjakan para jamaah bertumpuh semata-mata untuk ibadah. Ucapan-ucapan mereka yang terdengar dan suara-suara yang berkumandang disetiap saat dari segala penjuru, hanyalah puji-pujian dan doa untuk mengagungkan Alloh dan mensucikannya. Mereka benar-benar menunjukan sikap kepasrahaan, kebersamaan dan kesederhanaannya sebagai hamba Alloh dihadapan kebesaran al-Khalik, Dzat pencipta alam semesta.

Keadaan ini terlihat jelas ketika semua jamaah haji berkumpul untuk menjalani wukuf di padang arafah. Semua wanita memakai pakaian yang sama. Laki-laki pun memakai pakaian yang sama. Tidak ada perbedaan antara yang kaya, miskin, berpangkat, rakyat jelata dan sebagainya. Mungkin dalam kehidupan sehari0hari nereka ada jarak dan bataas, ssaling menjauhi karena ada status yang memisahkannya. Tetapi pada saat melaksanakan ibadah haji mereka sama dan satu. Disatukan dengan iman dan bersatu dalam mensucikan Alloh. Tanpa memandang warna kulit, bahasa, bangsa dan tanah airnya. Semua berkumpul bersama-sama dengan pemandangan yang sama, berada dalam perlindungan dan keridhaan Alloh SWT.

Hadirin sidang jumat yang berbahagia

Dari uraian di atas, maka kita bisa memastikan betapa bahagia dan beruntung saudara-saudara kita yang telah diberi kesempatan oleh Alloh, menjadi tamu-tamu-Nya di kota suci mekah al mukarromah. Tetapi ketahuilah bahwa hakikat keberuntungan itu hanya akan diperoleh apabila predikat haji yang disandangnya betul-betul menjadi Haji Mabrur. Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk memperbanyak doa memohon haji yang mabrur:

اللهم اجعله حجا مبرورا وذ نبا مغفورا وسعيا مثكورا وتجارة لن تبور

Artinya : “Ya Alloh jadikanlah haji hamba yang mabrur, dosa yang diampuni, sa’i yang disyukuri, dan perniagaan yang tidak merugi.”

Apakah haji mabrur itu dan apa tanda-tandanya?

Haji mabrur ialah haji yang dalam melaksanakannya dapat memenuhi semua syarat, rukun dan wajibnya, serta mampu mencegah segala perbuatan yang dapat membatalkan haji, baik batal terhadap keabsahan ibadahnya maupun pahalanya. Disamping itu hajinya tidak dicampuri perbuatan-perbuatan dosa, dan dalam pelaksaannya benar-benar mencerminkan sifat ihsan dan ketaatan yang ikhlas karena Alloh.

Sedangkan apakah tanda-tanda yang konkrit bahwa haji yang telah dilaksanakan oleh seseorang itu mabrur? Tidaklah ada petunjuk yang jelas (qath’i). Kiranya hanyalah dapat diperkirakan bahwa diantara ciri-cirinya ialah apabila setelah menunaikan ibadah haji ia menjadi hamba yang lebih baik dari sebelumnya, dapat meningkatkan iman dan takwanya kepada Alloh, seta terbukti lebih tekun beribadah dan banyak berbuat amal shaleh dari pada sebelum ia pergi haji.

Akhirnya, marilah kita berusaha semaksimal mungkin untuk meningkatkan kualitas iman dan takwa kita dengan amaliah yang nyata. Khususnya bagi kita yang telah menunaikan rukun islam yang kelima, marilah kita berupaya dengan sekuat tenaga menjaga agar ibadah haji kita benar-benar Hajjan Mabruran.

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمن سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا ، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَصَفِيُّهُ وَخَلِيْلُهُ وَأَمِيْنُهُ عَلَى وَحْيِهِ ؛ فَصَلَوَاتُ اللهِ وَسَلَامُهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَ صَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ
أَمَّا بَعْدُ مَعَاشِرَ المُؤْمِنِيْنَ عِبَادَ اللهِ : اِتَّقُوْا اللهَ تَعَالَى وَرَاقِبُوْهُ مُرَاقَبَةً مَنْ يَعْلَمُ أَنَّ رَبَّهُ يَسْمَعُهُ وَ يَرَاهُ  اللهم اغـفر للمسلمين والمسلمات والمؤمنين والمؤمنات الاحياء منهم والاموات اللهم اعـز الاسلام والمسلمين واهلك الكفرة والمشركين ودمر اعدائنا واعدائك اعداء الدين بحق رب العالمين ربنا اتنا فى الدنيا حسنة وفى الاخرة حسنة وقنا عذاب النار برحمتك يا ارحم الراحمين والحمد لله رب العالمين 
 عباد الله ان الله يأمر بالعدل والاحسان وايتاء ذي القربى وينهى عن الفحشاء والمنكر والبغي يعظكم لعلكم تذكرون ولذكر الله اكبر استغفرالله لي ولكم

Itulah contoh teks khutbah jumat singkat tentang mensosialisasikan nilai-nilai ibadah haji, semoga bisa berm  anfaat bagi anda yang membacanya, dan terimakasih telah berkunjung ke alamat blog kami terus ikuti untuk mendapatkan informasi terbaru seputar khutbah jumat. Terimakasih

Contoh Naskah Khutbah Jumat Bahasa Sunda Singkat - Tujuan Hidup

Contoh Khutbah Jumat Singkat - Konteks khutbah menurut konsensus para ulama fiqh disyaratkan harus memakai bahasa arab meskipun para jemaah tidak tahu artinya tapi harus meyakini bahwa yang dibawakan oleh khatib merupakan sebuah pepatah ataupun ajakan pada kebaikan dan kemaslahatan ummat. Tapi tidak sedikit dari kalangan ulama madzhab yang membolehkan berkhutbah memakai bahasa daerahnya masing-masing.

Pada masalah ini yang boleh memakai bahasa masing-masing adalah sebatas interpretasinya dari kandungan ayat yang kita bacakan pada saat khutbah awal, adapun mukaddimah wajib hukumnya memakai bahasa arab. Diantaranya, memuji pada Alloh, membaca Shalawat, Wasiat dengan taqwa, membaca satu ayat dari surat Al-Qur'an, itu semua wajib menggunakan bahasa arab dan kalaupun tidak menggunakan bahasa arab maka hukumnya tidak sah jumatnya.

Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan contoh teks khutbah bahasa sunda yang lengkap dengan mukaddimah pada khutbah ke satu dan ke dua. Tujuan kami tiada lain hanya untuk berbagi ilmu untuk memudahkan anda para santri, ustadz dan para ulama dalam mencari referensi khutbah secara lengkap. Harapan kami dengan adanya materi khutbah ini dapat sepenuhnya membantu dan bermanfaat bagi segenap umat yang membacanya. Amiin....

Contoh Naskah Khutbah Jumat Bahasa Sunda Singkat - Tujuan Hidup

Khutbah awal

اَلْحَمْدُ للهِ وَحْدَهُ، نَحْمَدُهُ وَ نَسْتَعِيْنُهُ وَ نَسْتَغْفِرُهُ وَنَتُوْبُ اِلَيْهِ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرُ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَهُوَ الْمُهْتَدُ وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلَنْ تَجِدَ لَهُ وَلِيًّا مُرْشِدًا   أَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ بَلَغَ الرِّسَالَةَ وَأَدَّى اْلأَمَانَةَ وَنَصَحَ لِلأُّمَّةِ وَتَرَكَنَا عَلَى الْمَحْجَةِ الْبَيْضَاءِ لَيْلَهَا كَنَهَارِهَا لاَ يَزِيْغُ عَنْهَا اِلاَّ هَالِكٌ  اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ دَعَا بِدَعْوَتِهِ اِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ. أَمَّا بَعْدُ, فَيَا عِبَادَ اللهِ اُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي الْخَاطِئَةِ الْمُذْنِبَةِ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. وَقَالَ اللهُ تَعَالَى فِي مُحْكَمِ التَّنْزِيْلِ بَعْدَ أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ : وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ

Artina : “Jeung kami heunteu ngayugakeun jin jeung manusa, anging supaya maranehna aribadah ka kami”.

Hadirin ahli jum’ah Rohimakumulloh

Mungkin sebagian jalmi-jalmi masih aya anu teu acan ngartos, naon saleresna tujuan hirup manusa di alam dunya iyeu. Naha ukur kanggo tuang sareng leueut supados hirup? Numutkeun pidawuh gusti Alloh SWT, sakumaha anu tadi diaoskeun  yen tujuan diciptakeun na manusa teh teu aya sanes kajabi supaya aribadah ka gusti Alloh SWT. Ieu mang rupikeun prinsif tina kahirupan manusa.

Sakumna manusa kedah ngagaduhan tujuan hirup, nyakitu deui dina sadaya lapangan padamelan kedah ngagaduhan niat anu sae oge arah tujuan anu tangtos.

Jalmi hirup anu henteu ngagaduhan tujuan hirup, tangtos eta jalmi  moal ngartos saha dirina, timana asalna sareng bade kamana ! jalmi anu kitu bakal hampa sareng rugi sanaos dirina jalmi beunghar, luhur pangkat sarenng jabatan, jalmi anu kasohor sareng tenar.

Jalaran sakitu, satiap jalmi mukallaf kedah ngartos, saha ari jati dirina. Upami tos ngartos yen dirina teh manusa, sareng ari manusa teh makhluk Alloh anu ngagaduhan akal anu tos di keunaan kawajiban ibadah ka pangeranna, tangtos eta jalmi dina hirup na bakal ngagaduhan arah sareng tujuan anu tangtos.

Para wargi sadaya anu mulia

Naha ari ibadah teh kedah salamina cicing wae di mesjid, dzikir, maos Qur’an sareng saom? Tangtos waleranna nyaeta “sanes kitu”. Tapi anu dimaksad ngalaksanakeun ibadah nyaeta ngalaksanakeun sadaya padamelan anu sarae numutkeun ajaran Islam, niatna wungkul karena Alloh, miharep karidhooan Alloh, iyeu pisan maksadna manusa digelarkeun ka alam dunya iyeu jalaran sakitu, jalmi anu midamel amal sae, tapi niat na henteu karana Alloh , atanapi niat namah karana Alloh tapi padamelan na kaluar tina ajaran Islam, maka amal-amalan na teu kalebet ibadah, bakal sia-sia di payunen dzat Alloh,moal kenging ganjaran pahala isukan di akherat. Gusti Alloh parantos ngadawuhkeun dina surat Hud ayat 15-16

مَنْ كَانَ يُرِيدُ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا وَزِينَتَهَا نُوَفِّ إِلَيْهِمْ أَعْمَالَهُمْ فِيهَا وَهُمْ فِيهَا لا يُبْخَسُونَ ، أُولَئِكَ الَّذِينَ لَيْسَ لَهُمْ فِي الآخِرَةِ إِلا النَّارُ وَحَبِطَ مَا صَنَعُوا فِيهَا وَبَاطِلٌ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Artina : “Sing saha jalma anu mikahayang kahirupan dunya katut papaesna, ku kami baris di cumponan saniskara anuu ku maranehna diusahakeun di iyeu dunya teh. Sarta maranehna moal dirugikeun. Maranehna teh jalma-jalma anu diakhiratna henteu menang naon-naon salian ti naraka, jeung sagala amal na di dunya jadii gugur, sarta mubadir weh saniskara anu ku maranehna geus di amalkeun teh.”

Jalaran sakitu, hayu urang sami-sami ngarahkeun tujuan hirup, malah mandar urang sadaya kenging kasalametan, katenangan sareng kabagjaan di dunya sareng diakherat anu abadi, kungalaksanakeun ibadah ka mantena dina sadaya lengkah perjalanan hirup ayeuna sakumaha anu dibebankeun ku gusti Alloh ka sakumna jalmi mukallaf.

Muga-muga urang sadaya kalebet jalmi-jalmi anu leres dina ngalakonan ibadah ka gusti Alloh SWT. Amiin
بَرك الله لي ولكم ولخميع المسلمين والمسلمات انه هوالغفورالرحيم

Khutbah kadua

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمن سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا ، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَصَفِيُّهُ وَخَلِيْلُهُ وَأَمِيْنُهُ عَلَى وَحْيِهِ ؛ فَصَلَوَاتُ اللهِ وَسَلَامُهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَ صَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ أَمَّا بَعْدُ مَعَاشِرَ المُؤْمِنِيْنَ عِبَادَ اللهِ : اِتَّقُوْا اللهَ تَعَالَى وَرَاقِبُوْهُ مُرَاقَبَةً مَنْ يَعْلَمُ أَنَّ رَبَّهُ يَسْمَعُهُ وَ يَرَاهُ  اللهم اغـفر للمسلمين والمسلمات والمؤمنين والمؤمنات الاحياء منهم والاموات اللهم اعـز الاسلام والمسلمين واهلك الكفرة والمشركين ودمر اعدائنا واعدائك اعداء الدين بحق رب العالمين ربنا اتنا فى الدنيا حسنة وفى الاخرة حسنة وقنا عذاب النار برحمتك يا ارحم الراحمين والحمد لله رب العالمين 
 عباد الله ان الله يأمر بالعدل والاحسان وايتاء ذي القربى وينهى عن الفحشاء والمنكر والبغي يعظكم لعلكم تذكرون ولذكر الله اكبر استغفرالله لي ولكم

Dan itulah contoh teks khutbah jumat singkat tentang “Tujuan hidup manusia”. Terimakasih telah berkunjung ke alamat blog kami, semoga apa yang telah kami tulis bisa bermanfaat bagi anda yang membacanya. Terimakasih

Contoh Teks Khutbah Jumat Lengkap Terbaru - Mengelola Napsu

Contoh Khutbah Jumat Lengkap - Ibadah shalat Jumat adalah salah satu kewajiban bagi seluruh umat muslim yang telah akil balig dan telah memenuhi persyaratan shahnya shalat jumat. Shalat Jumat akan dianggap sah kalau syarat dan rukun terpenuhi, diantaranya adalah bilangan jemaah harus melebihi 40 jiwa menurut pendapat Imam Syafi'i yang ke semuanya harus bersuci terlebih dahulu dan memenuhi kriteria yang sudah ditetapkan oleh para mujtahid dalam masalah fiqh.

Berikutnya adalah khutbah dua yang dilaksanakan sebelum shalat jumat dimulai, pada pelaksanaan khutbah dua ini pun mempunyai syarat shah yang harus dipenuhi oleh seorang khatib supaya khutbahnya shah dan ini pula yang akan menentukan otoritas shahnya shalat jumat. Jika khutbahnya shah, maka shalat jumatnya akan dianggap shah, begitupun sebaliknya, jikalau khutbahnya tidak shah, maka jumatnya pun tidak shah dan harus di ganti dengan shalat dzuhur.

Pada blog yang sangat sederhana ini kami akan memberikan contoh khutbah lengkap yang benar menurut standar ulama fiqh. Dengan memakai bahasa yang sederhana dan mudah difahami maka contoh khutbah lengkap terbaru ini sangatlah cocok digunakan dimanapun anda berada. Namun dalam penulisan dan tata bahasa, kami pun berpasrah pada Alloh, seandainya ada yang salah itu murni kebodohan dan khilaf kami, jika yang benarnya itu semata-mata karunia Alloh semata. 

Contoh Teks Khutbah Jumat Lengkap Terbaru

Khutbah ke-1


اَلْحَمْدُ للهِ وَحْدَهُ، نَحْمَدُهُ وَ نَسْتَعِيْنُهُ وَ نَسْتَغْفِرُهُ وَنَتُوْبُ اِلَيْهِ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرُ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَهُوَ الْمُهْتَدُ وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلَنْ تَجِدَ لَهُ وَلِيًّا مُرْشِدًا   أَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ بَلَغَ الرِّسَالَةَ وَأَدَّى اْلأَمَانَةَ وَنَصَحَ لِلأُّمَّةِ وَتَرَكَنَا عَلَى الْمَحْجَةِ الْبَيْضَاءِ لَيْلَهَا كَنَهَارِهَا لاَ يَزِيْغُ عَنْهَا اِلاَّ هَالِكٌ  اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ دَعَا بِدَعْوَتِهِ اِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ. أَمَّا بَعْدُ, فَيَا عِبَادَ اللهِ اُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي الْخَاطِئَةِ الْمُذْنِبَةِ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. وَقَالَ اللهُ تَعَالَى فِي مُحْكَمِ التَّنْزِيْلِ بَعْدَ أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ : وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ فَإِنْ تَوَلَّيْتُمْ فَإِنَّمَا عَلَى رَسُولِنَا الْبَلاغُ الْمُبِينُ

Hadirin sidang jum’ah rahimakumullah

Tiada kata dan juga sikap yang patut untuk kita sanjungkan keharibaan Ilahi Rabi pada saat ini, kecuali limpahan rasa syukur kita pada-Nya atas segala hidayah, ma’unah dan nikmat-Nya pada kita sekalian, hingga kita mau dan mampu melaksanakan salah satu kewajiban kita kepada Alloh SWT. Syukur kita wujudkan dengan ungkapan Alhamdulillah dan juga syukur kita maknai dengan sikap memfungsikan segala nikmat yang Alloh berikan pada kita, hanya untuk kepentingan Ta’abbaud pada-Nya ikhlas semata-mata karena memenuhi garis-garisNya.

Pada kesempatan ini pula kami sebagai khatib berwasiat pada diri kami sendiri dan juga kepada hadirin sekalian untuk tidak henti-hentinya menghitung kadar ketaqwaan kita padaNya.

Hadirin sidang jum’ah rahimakumullah

Ada kalanya kita merenung sejenak tentang hidup kita ini. Kita yang lahir di dunia dalam kondisi fitrah bersih, suci dan tiada dosa terkadang harus berlumuran noda dan dosa ketika kita meninggalkan dunia. Kita yang sebenarnya di ciptakan dengan energi positif yang membawa hidup kita kearah yang harmonis terkadang harus berperilaku merusak, berperilaku bejat dan menjalankan segala angkara murka dan sama sekali tiada manfaatnya bagi kehidupan bersama. Keharmonisan kehidupan kita yang sebenarnya dapat kita capai dengan selalu menfungsikan hati, terkadang harus rusak dan porak poranda oleh karena perilaku kita yang seolah tanpa kendali. Pertanyaannya adalah apakah sebenarnya yang mempengaruhi  kehidupan kita yang sebenarnya jernih, positif, fitri ini menjadi sesosok orang yang menyeramkan dan merusak? Itulah hawa nafsu ....!

Para ahli yang menapaki jalan Alloh telah bersepakat bahwa nafsu insaniyah adalah penghalang bagi hati untuk mencapai ridla Alloh. Dan hidayah Alloh SWT tidak akan menembus dalam sanubari sebelum dia berhasil menundukan dan bahkan melenyapkan hawa nafsu, manusia dibedakan menjadi 2 golongan :

pertama golongan yang terkalahkan oleh nafsu, sehingga setiap perilakunya di kendalikan oleh nafsu. Nafsu merupakan raja yang memerintah diri manusia, dan diri manusia sendiri mewujud sebagai  budak yang selalu tunduk akan keinginan hawa nafsu.
Sehingga tingkah laku mereka tidak jauh berbeda dengan perilaku binatang yang hanya mengurusi kepuasan sesaat dan sama sekali tidak pernah mempertimbangkan  aspek maslahah dan manpaat dari segala tindakannya.

Kedua, golongan yang mampu mengekang  dan bahkan mengalahkan nafsu sehingga nafsu tunduk pada perintahnya.  Diantara orang-orang yang sampai pada tingkatan makripatulloh ada yang mengatakan : “Akhir dari perjalanan panjang seseorang yang meniti jalan menuju makrifat adalah jika ia dapat membuktikan bahwa ia telah mampu mengalahkan nafsu, dia telah beruntung. Dan sebaliknya barang siapa yang terkalahkan oleh nafsu dan dikendalikan olehnya, dia telah berada dalam kerugian dan kehancuran”.
 QS an-Nazi’at: 37-40 menyebutkan:

وَآثَرَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا, فَأَمَّا مَنْ طَغَى
وَأَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوَى, فَإِنَّ الْجَحِيمَ هِيَ الْمَأْوَى

Artinya : "Adapun orang yang melampaui batas dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, maka sesungguhnya nerakalah tempat tinggalnya. Sedangkan orang yang takut pada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsu, maka sesungguhnya surga lah tempat tinggalnya.”

Hawa nafsu memang selalu mengajak dan condong pada perbuatan maksiat, kesia-siaan, kehinaan dan memuaskan diri   pada kehidupan dunia. Sedangkan Alloh SWT sendiri selalu menekan pada hambanya agar senantiasa taat dan takut padaNya serta tidak memperturutkan nafsu. Mengikuti maksud tersebut, hati manusia terkadang condong untuk dua hal, antara yang memperturutkan keinginan  dan kemauan nafsu, dan hati yang selalu takut dan taat pada Alloh SWT. Manusia selalu berhadapan dengan 2 hal tersebut.

Hadirin sidang jum’ah rahimakumullah

Dalam Al-Qur’an Alloh SWT telah menjelaskan tentang jenis nafsu yang dimiliki manusia . yakni nafsu mutmainnah, lawwamah, dan ammarah bis-suu’. Dalam maslah ini, para ulama’ belum mencapai satu kesepakatan, apakah nafsu tersebut hanya satu dan ketiga hal tersebut merupakan sifat-sifat yang dimiliki nafsu yang satu ini atau apakah memang manusia memiliki ketiga nafsu tersebut. Ulama fikih dan ahli tafsir berpendapat bahwa nafsu manusia hanya satu.

Adapun mutmainnah, lawwamah dan amarah bissu’ hanyalah sifat-sifat yang dimiliki oleh nafsu. Sedangkan ulama ahli tasawuf berpendapat bahwa nafsu manusia memanglah tiga.

Pengertian dari ketiganya adalah :
Pertama, Apabila nafsu merasa tenang bersama Alloh swt, tenteram ketika mengingatnya dan merasa tenang ketika didekatnya, maka itulah nafsu mutmainnah. Ketika ajal menjelang, akan dikatakan padanya: hai nafsu (jiwa) yang tenang , kembalilah kepada tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridalinya, masuklah ke dalam hamba-hambaKu dan masuklah ke dalam sorgaKu. (QS al-fajr: 27-30)

Ibnu abbas menerangkan mutmainnah artinya adalah membenarkan . Sedangkan Qatadah berpendapat: “Hanya orang-orangberiman sajalah yang jiwanya tenang terhadap apa yang dijanjika Alloh”. 

Orang yang berjiwa mutmainnah, akan tercermin pada perilaku dan raut mukanya. Dia tanpak tenang, berseri penuh keceriaan ,bersabar diri serta menerima setiap cobaan dari Alloh dengan lapang dada dan penuh tawakal. Dia selalu mengorientasikan  setiap langkah kehidupannya hanya kepada Alloh. Dia akan selalu terdorong untuk berusaha senang dalam menjalankan kewajiban-kewajiban dari Alloh, dan merasa tidak suka melakukan kemaksiyatan. Dia sedikitpun tidak gundah, gelisah dan berputus asa bila tertimpa musibah dan tidak pula terlalu bersuka cita jika mendapatkan kebahagiaan. Sebab semua itu ada di bawah kekuasaan Alloh SWT. Dalam Al-Qur’an Alloh SWT menegaskan:

وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ فَإِنْ تَوَلَّيْتُمْ فَإِنَّمَا عَلَى رَسُولِنَا الْبَلاغُ الْمُبِينُ

Artinya : “Tiada satu musibahpun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Alloh. Dan barang siapa beriman kepada Alloh niscaya Alloh SWT akan memberi petunjuk pada hatinya.” (QS.at-Taghabun:11)

Kedua, Nafsu lawwamah, ada sebagian pendapat mengatakan, bahwa nafsu lawwamah adalah nafsu yang tidak pernah konsisten atau stabil di atas satu keadaan. Dia seringkali berubah, baik dalm pendirian atau dalam perilaku. Nafsu lawwamah di bedakan menjadi 2 jenis: lawwamah yang tercela dan lawwamah yang terpuji. Lawwamah yang tercela adalah nafsu bodoh dan dzalim dimana semuanya dicela oleh Alloh swt. Sedangkanlawwamah yang terpuji adalah nafsu yang menjadi korektor  atas semua tindakan pemiliknya, yang selalu menanyakan: sudahkah engkau mengabdikan diri pada Alloh SWT? Sudah ihlaskah dengan amal shalih yang diperbuat? Inilah misi yang diembannya. Jika berhasil membawa misinya, maka Allohpun akan memujinya. Namun jika misinya gagal, karena nafsunya yang suka bersuka ria dengan amal-amal yang dilakukan yang kemudian membawanya untuk riya’, pamer, merasa paling shalih, merasa takabur karena shalihnya, tidak tahan atas kritikan dan saran orang lain, maka nafsu inilah yang sangat dicela oleh Alloh SWT.

Ketiga, Nafsu ammarah bis suu’, adalah nafsu yang selalu mengajak manusia untuk berbuat dzalim. Dia mewujud sebagai dorongan untuk berbuat munkar dan merusak yang korelasinya sampai pada tindak kriminalitas, baik ringan maupun berat. Nafsu ammarah merupakan sebuah penyakit yang sangat berbahaya bagi kesehatan jiwa seseorang. Suatu saat terbersit dalam diri kita sebuah keinginan untuk berbuat buruk, keinginan untuk korupsi, keinginan untuk menipu, keinginan untuk mencuri, keinginan untuk berbuat apapun yang mempunyai sifat merusak dan merugikan orang lain, saat itulah telah hadir dalam diri kita nafsu amarah ini.

Hadirin sidang jum’ah rahimakumullah

Ibarat sebuah arena pertarungan, diri kita manusia adalah medan pertempuran dari berbagai sifat nafsu yang memiliki kecenderungan berbeda tersebut. Nafsu mutmainnah selalu berteman dan berada disamping para malaikat. Nafsu mutmainnah bersama-sama dengan malaikat mengemban tugas untuk memberi penyegaran jiwa manusia dengan tauhid, ihsan, kebaikan, takwa, tawakal, taubat kembali ke jalan Alloh SWT serta mendorong untuk mempersiapkan bekal menyongsong  kematian dan kehidupan sesudahnya.

Namun semua itu berhadapan dengan nafsu ammarah yang bersama-sama setan melawan segenap misi nafsu mutmainnah.  Ia tidak henti-hentinya menghadirkan bujuk rayu dengan segenap angan-angan kosong dan janji-janji yang muluk untuk berbuat jahat. Ia mengajak pada kebatilan dan menghiasi segala kejahatan sebagai sesuatu yang menarik untuk dilakukan.

Khutbah ke-2 

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمن سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا ، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَصَفِيُّهُ وَخَلِيْلُهُ وَأَمِيْنُهُ عَلَى وَحْيِهِ ؛ فَصَلَوَاتُ اللهِ وَسَلَامُهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَ صَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ
أَمَّا بَعْدُ مَعَاشِرَ المُؤْمِنِيْنَ عِبَادَ اللهِ : اِتَّقُوْا اللهَ تَعَالَى وَرَاقِبُوْهُ مُرَاقَبَةً مَنْ يَعْلَمُ أَنَّ رَبَّهُ يَسْمَعُهُ وَ يَرَاهُ  اللهم اغـفر للمسلمين والمسلمات والمؤمنين والمؤمنات الاحياء منهم والاموات اللهم اعـز الاسلام والمسلمين واهلك الكفرة والمشركين ودمر اعدائنا واعدائك اعداء الدين بحق رب العالمين ربنا اتنا فى الدنيا حسنة وفى الاخرة حسنة وقنا عذاب النار برحمتك يا ارحم الراحمين والحمد لله رب العالمين 
 عباد الله ان الله يأمر بالعدل والاحسان وايتاء ذي القربى وينهى عن الفحشاء والمنكر والبغي يعظكم لعلكم تذكرون ولذكر الله اكبر استغفرالله لي ولكم

Dan itulah contoh teks khutbah jumat singkat terbaru tentang "Mengelola Napsu Pada Diri Manusia." Semoga bisa bermanfaat bagi anda yang membacanya. Terimakasih

Kumpulan Khutbah Jumat Singkat Terbaru

Contoh Teks Pidato Singkat 1 Muharram – Kalender Hijriyah dibangun berdasarkan rata-rata silkus sinodik bulan kalender lunar (qomariyah), memiliki 12 bulan dalam setahun. Dengan menggunakan siklus sinodik bulan, bilangan hari dalam satu tahunnya adalah (12 x 29,53059 hari = 354,36708 hari).Hal inilah yang menjelaskan 1 tahun Kalender Hijriah lebih pendek sekitar 11 hari dibanding dengan 1 tahun Kalender Masehi.

Penentuan awal bulan ditandai dengan munculnya penampakan Bulan Sabit pertama kali setelah bulan baru. Pada fase ini, Bulan terbenam sesaat setelah terbenamnya Matahari, sehingga posisi hilal berada di ufuk barat. Jika hilal tidak dapat terlihat pada hari ke-29, maka jumlah hari pada bulan tersebut dibulatkan menjadi 30 hari. Tidak ada aturan khusus bulan-bulan mana saja yang memiliki 29 hari, dan mana yang memiliki 30 hari. Semuanya tergantung pada penampakan hilal.

Kumpulan Khutbah Jumat Singkat Terbaru

Dalam blog ini kami akan sedikit menuliskan contoh khutbah jumat tentang “Peringatan Hari Besar Islam (1 Muharram)”. Berikut adalah ulasannya :

Khutbah awal

اَلْحَمْدُ لِلّهِ نَحْمَدُهُ وَ نَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ  وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ اَنْفُسِنَا وَسَيِّأَتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِ اللهِ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهِ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اَللّهُمَ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى الِهِ وَ اَصْحَابِهِ وَمَنْ وَلاَهُ وَ مَنِ اتَّبَعَهُ. أَمَّا بَعْدُ

Kaum muslimindan muslimat yang kami hormati 

Dengan iringan ucapan puja dan puji syukur kita panjatkan kehadirat Alloh SWT, karena pada malam yang berbahagia ini kita bisa berkumpul di masjid dalam suasana yang penuh damai dan tanpa ada halangan suatu apapun.

Shalawat beserta salam semoga tetap dilimpah curahkan kepada baginda tercinta yakni kanjeng Nabi Muhammad SAW. Kepada keluarganya, shabatnya, para tabiin tabiatnya dan semoga sampai kita selaku umatnya mendapatkan syafaatul udzma di akhirat kelak nanti aminn ya rabbal ‘alamin.
Hadirin kaum muslimin dan muslimat yang dimuliakan Alloh.

Malam ini kita berkumpul di mesjid yang penuh dengan keceriaan ini adalah untuk memperingati hari besar Islam, yakni tahun baru Islam. Dengan memeringati tahun baru Islam ini tetunya kita akan sadar, bahwa umur kita semakin berkurang. Dengan menyadari hal sedemikian itu tentunya kita akan kembali untuk mendekatkan diri kepada Alloh SWT, dalam arti meningkatan iman dan ketakwaan kita kepada Alloh SWT.

Dengan memasuki tahun baru ini kita berusaha untuk mengoreksi diri, apakah amalan-amalan yang pernah kita lakukan itu sudah termasuk baik, atau tergolong amalan jelek?. Bila yang kita lakukan sudah mencerminkan kebaikan, maka kita harus berusaha untuk meningkatkan amalan tersebut. namun sebaliknya, bila tahun lalu amaln yang kita kerjakan jauh dari kebenaran, yakni jahat, maka kita harus berusaha dengan optimal untuk melangkah menuju kebenaran., agar supaya perjalanan hidup kita ini semakin lama semakin baik, sehingga menjadi insan yang baik mulai kehidupan dunia lebih-lebih diakhirat kelak.

Kaum muslimin dan muslimat yang dimuliakan Alloh

Bertambah tahun usia kita makin bertambah pula, akan tetapi umur kita semakin berkurang.  Dengan menyadari sedemiikian ini maka kita harus kebih giat untuk beramal yang baik sebagai bekal menuju hidup yang yang lebih panjang, yakni diakhirat. Karena kebahagiaan dan kesengsaraan yang akan menimpa seseorang tergantung amalan yang dilakukan ketika mereka hidup di dunia. Dengan kehidupan yang serba singkat ini kita berupaya untuk berlomba-lomba untuk merah amal yang shaleh, agar kelak kita tidak mengalami penyesalan yang tidak guna.

Kaum muslimin yang di muliakan Alloh

Ingatlah bahwasannya semua manusia akan mengalami kerugian yang sangat fatal, bila waktu hidup ini tidak dipergunakan dengan sebaik-baiknya. Waktu mempunyai arti yang amat penting dalam kehidupan ini, waktu juga sangat berharga dalam kehidupan ini. Sebagai pedagang waktu bisa di umpamakan sebagai Uang,  “Time is money” waktu adalah uang.  Bagi pelajar waktu adalah ilmu, “time is know leadge” waktu adalah ilmu.  Juga ada yang mengatakan, waktu adalah pedang, jadi bilamana kita tidak bisa menggunakan pedang tersebut dengan baik dan benar, maka kita sendiri yang akan terkena pedang tersebut. jadi peliaralah dan pergunakanlah waktu sebagaimana mestinya, agar kita tidak menyesal diakhir nanti.

Kaum muslimin dan muslimat yag dimuliakan Alloh

Berkaitan dengan amat pentingnya menggunakan waktu, Nabi Muhammad SAW menegaskan dalam sabdanya :

عَنْ ابْنِ عَبَا سِ رَضِىَ اللهُ عَنْهُ قَالَ رَسُوْلُ الله : اِغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ حَيَاتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ وَصِخَتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ وَفَرَاغَكَ قَبْلَ شُغْلِكَ
وَسَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ وَغِنَاكَ قَبْلَ فَقْرِكَ . رواه البيحقى

Artinya : “ Dari Ibnu Abbas RA. Berkata : Rasulullah SAW, bersabda “pergunakanlah lima (waktu) sebelum datang lima (waktu) yang lain, yaitu :hidupmu sebelum matimu, sehatmu sebelum sakitmu, waktu longgarmu sebelum sibukmu, mudamu sebelum tuamu, dan waktu kayamu sebelum miskinmu.” (HR. Hakim)

Kaum muslimin dan muslimat yang dimuliakan Alloh


Dalam memperingati tahun baru Islam ini, marilah kita masuki tahun ini dengan lembaran-lembaran baru, kita isi dengan amalan-amalan yang di ridlai Alloh SWT, kita berusaha untuk membuang jauh-jauh amalan yang jahat. Agar kehdupan kita berakhir dengan khusnul khotimah.
Demikianlah pidato yang dapat saya sampaikan dalam acara peringatan tahun baru Islam  ini, mudah-mudahan kita dalam memasuki tahun baru ini lebih baik dalam segala aktifitas sehari-hari. Billahi taufik wal hidayah

Khutbah Tsani

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمن سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا ، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَصَفِيُّهُ وَخَلِيْلُهُ وَأَمِيْنُهُ عَلَى وَحْيِهِ ؛ فَصَلَوَاتُ اللهِ وَسَلَامُهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَ صَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ
أَمَّا بَعْدُ مَعَاشِرَ المُؤْمِنِيْنَ عِبَادَ اللهِ : اِتَّقُوْا اللهَ تَعَالَى وَرَاقِبُوْهُ مُرَاقَبَةً مَنْ يَعْلَمُ أَنَّ رَبَّهُ يَسْمَعُهُ وَ يَرَاهُ  اللهم اغـفر للمسلمين والمسلمات والمؤمنين والمؤمنات الاحياء منهم والاموات اللهم اعـز الاسلام والمسلمين واهلك الكفرة والمشركين ودمر اعدائنا واعدائك اعداء الدين بحق رب العالمين ربنا اتنا فى الدنيا حسنة وفى الاخرة حسنة وقنا عذاب النار برحمتك يا ارحم الراحمين والحمد لله رب العالمين 
 عباد الله ان الله يأمر بالعدل والاحسان وايتاء ذي القربى وينهى عن الفحشاء والمنكر والبغي يعظكم لعلكم تذكرون ولذكر الله اكبر استغفرالله لي ولكم

Itulah contoh teks pidato tentang “Peringatan Hari Besar Islam (1 Muharram)" yang dapat kami tuliskan, semoga bisa bermanfaat bagi anda yang membacanya. Terimakasih

Contoh Teks Khutbah Jumat Singkat Terbaru - Keutamaan Akhlak Wanita

Naskah Khutbah Jumat Singkat - Fenomena akhlak yang terjadi pada zaman ini adalah sebuah realitas yang tak dapat dipungkiri bahwa kondisi akhlak manusia, khususnya di kalangan usia sekolah telah jauh melenceng dari nilai-nilai Islam. Kita menyaksikan sendiri berbagai bentuk fenomena kerusakan akhlak yang tiap hari di pamerkan oleh anak-anak usia sekolah, semisal aksi tawuran, balapan liar, narkoba dan bahkan pelacuran.

Jika dicermati, fenomena kerusakan akhlak yang melanda anak usia sekolah pada saat ini disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya: kurangnya kontrol orang tua, pengaruh lingkungan, pengaruh media, khususnya televesi yang menyajikan tontonan “tidak sehat” bagi anak, dan juga faktor arus informasi yang tanpa batas semisal kebebasan internet, sehingga anak usia sekolah bebas melakukan akses terhadap situs-situs yang “tak lazim”.

Dengan demikian, tidak-lah heran jika ada anak usia sekolah melakukan pelecehan seksual dan bahkan pemerkosaan yang merupakan akses langsung dari tontonan dan bacaan berbau pornografi.  Begitu pula halnya dengan aksi pembunuhan, pencurian dan aksi bunuh diri yang marak dilakukan oleh anak usia sekolah juga merupakan akses dari berbagai tayangan  destruktif yang disiarkan oleh media televisi.

Contoh Teks Khutbah Jumat Singkat Terbaru - Keutamaan Akhlak Wanita

Dalam blog ini kami akan menuliskan sedikit contoh khutbah jumat tentang menjaga keutamaan akhlak wanita. Berikut ini merupakan ulasannya :

Khutbah awal

اَلْحَمْدُ لِلّهِ نَحْمَدُهُ وَ نَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ  وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ اَنْفُسِنَا وَسَيِّأَتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِ اللهِ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهِ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اَللّهُمَ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى الِهِ وَ اَصْحَابِهِ وَمَنْ وَلاَهُ وَ مَنِ
 اتَّبَعَهُ. أَمَّا بَعْدُ

Wahay kaum muslimin, bertakwalah kepada Alloh dengan taat yang sebenarnya. Ketahuilah, sessungguhnya Alloh SWT mengutus Nabi Muhammad Saw, adalah untuk mnyempurnakan keutamaan akhlak. Baik untuk diri sendiri, keluarga dan masyarakat.

Islam mengajarkan bahwa untuk bisa bahagia dan selamat di dunia dan akherat, seseorang harus menjaga dirinya dan keluarganya agar memiliki iman yang kokoh dan berakhlak mulia dengan mencontoh akhlak Rasulullah Saw. Seorang suami harus bertanggung jawab menjaga istri, anak dan seluruh anggota keluarganya agar mereka hidup pada jalan yang benar sesuai dengan ajaran Islam. Cara mereka bertindak, bergaul, berpakaian dan bahkan bertutur kata haruslah sesuai dengan ajaran atau syariah Islam.

Alloh Swt.berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ

Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, periharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu.” (QS. At Tahrim:6)

Agama Islam memberikan kemerdekaan dan kehormatan yang amat besar kepada kaum wanita. Semua pintu kegiatan, ilmu dan pengetahuan sampai kemajuan teknologi pun sama sekali tidak boleh tertutup bagi wanita. Kecuali untuk bidang-bidang tertentu yang secara kodrati memang tidak sesuai dengan sifat-sifat kewanitaan. Islam mengijinkan wanitanya keluar rumah untuk suatu keperluan atau aktif berorganisasi, bahkan jika diperlukan dapat untuk bekerja dan berkarier sejalan dengan kaum pria. Akan tetapi Islam mengatur agar wanita itu tidak menghias diri secara mencolok. Ia harus berbusana sopan dan menutup seluruh tubuh untuk mencegah timbulnya prasangka dan kejahilan, sekaligus pertanda ia wanita yang bertakwa yang pandai melindungi kehormatan dan menjaga keselamatan dirinya.

Rasulullah Saw bersabda :

يَا اَسْمَاءُ , إِنَّ اْلمَرْءَةَ إِذَا بَلَغَتِ اْلمَحِيْضَ لَمْ يَصْلُحْ اَنْ يُرَى اِلَّا هَذَا وَهَذَا . وَاَشَرَ اِلَى وَجْهِهِ وَكَفَّيْهِ . روه ابو داوود عن عا ئشة

Artinya : “Wahay Asma! Sesungguhnya wanita itu bila sudah menstruasi (baligh) tidak boleh terlihat tubuhnya kecuali ini dan ini. Beliau sambil menunjuk muka dan kedua telapak tangannya.” (HR. Abu Dawud dari Aisyah Ra.)

Alloh SWT berfirman :

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لأزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

Artinya : “Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anakmu, gadismu dan istri-istri kaum mukminin: ahendaklah mereka menutup tubuhnya dengan baju jilbab, yang demikian itu  agar mereka mudah dikenal dan tidak diganggu. Alloh Maha Pengampun Lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Ahzab: 59)

Itulah aturan yang diajarkan oleh Islam yang wajib ditaati oleh setiap wanita muslimah. Kalau tidak, seseorang wanita lebih baik tetap tinggal dirumah daripada keluar dalam keadaan siap mendatangkan fitnah dan tidak mematuhi ketentuan agama.
Sebagaimana firman Alloh:

وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الأولَى

Artinya : “Dan hendaklah kamu tetap tinggal di rumahmu dan janganlah kamu menghias diri secara mencolok dan bertingkah laku seperti kaum wanita Jahiliyah.” (QS. Al Ahzab:33)

Sidang jumat yang berbahagia

Kita memang tidak boleh menutup mata bahwa gema emansipasi wanita rupanya telah berhasil memacu dan menyemarakan kiprah kaum wanita di semua bidang kehidupan yang memang pada sekarang ini keikutsertaan mereka sebagai wanita karier yang produktif menjadi tuntutan zaman. Sehingga mereka harus berani mengorbankan waktu untuk meladeni kegiatan-kegiatan di luar rumah. Namun demikian kita harus mewaspadai resiko besar, yaitu norma agama dan sendi-sendi budaya bangsa yang sudah terlalu banyak menjadi korban.

Coba kita perhatikan kenyataan yang ada di lingkungan kita. Di tempat-tempat umum seperti tempat bekerja, tempat rekreasi dan lain-lain, pergaulan pria wanita telah dapat dilakukan dengan begitu leluasa. Lebih bahaya lagi dengan beredarnya jenis makanan, minuman dan permainan haram yang dianggap bisa meningkatkan gengsi pergaulan sekaligus sebagai ukuran predikat modern.  Menjamurnya mode busana yang tidak sesuai dengan moral dan hukkum agama serta berkesan tidak sopan, telah dipakai secara mencolok dan bangga untuk meraih sebuah status tidak ketinggalan zaman. Berbagai macam jenis hiburan sebagai kompensasi perasaan jenuh dan resah mereka tujukan kepada hal-hal yang melanggar ajaran agama, bahkan bisa membahayakan keselamatan generasinya, seperti penyalah gunaan obat-obat terlarang, minuman keras, film dan video serta bacaan bernuansa porno.

Maka apabila mental agama tidak kokoh, masing-masing tidak mampu membentengi dirinya sendiri, kiranya siapa yang sanggup menyelamatkan mereka dari bujuk rayu setan. Itulah mengapa dalam sebuah hadist telah disinyalir bahwa ketika Alloh terlihat penghuniya banyak terdiri dari kaum wanita.

Hadirin sidang jumat rahimakumullah

Tidak bisa dipungkiri bahwa budaya barat kini sudah berhasil meracuni moral dan akhlak kaum muslimin, khusunya di kalangan anak muda. Pergaulan antara pria dan wanita telah menjadi amat buruk, karena semakin tidak mengindahkan kaidah-kaidah agama. Mempertontonkan aurat dan memamerkan kecantikan sudah dianggap suatu keharusan, seolah menjadi halal dan sah saja. Padahal agama tegas menolak pergaulan tanpa batas antara pria dan wanita. Agama menjauhkan kerlingan mata pria dari kerdipan mata wanita agar pergaulan dan hubungan mereka tidak terlalu dekat, baik hubungan serius maupun yang sekedar yang mainmain saja.

Alloh SWT berfirman:

قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ , وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلا مَا ظَهَرَ مِنْهَا

Artinya : “Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Alloh Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat. Katakanlah kepada wanita yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang (biasa) nampak daripadanya.” (QS. An Nur: 30-31)

Sidang jumat yang berbahagia

Dari uraian di atas, jelaslah bagi kita semmua bahwa agama memegang peran penting untuk menjaga keutamaan akhlak wanita dan umat manusia pada umumnya. Karena itu, satu-satunya jalan hidup yang lurus bagi umat manusia adalah mengikuti petunjuk Ilahi. Sebab, alangkah lemahnya bila ia tidak bersandar pada kekuatan Tuhannya, dan alangkah ruginya bila tidak beroleh berkah-Nya. Semoga Alloh berkenan membuka pintu hati kita untuk menerima cahaya dan petunjuk-Nya.
Sebagai penutup khotbah, marilah kita tingkatkan rasa tanggung jawab kita sebagai laki-laki atau suami untuk bertindak lebih bijaksana dalam membimbing istri, anak gadis dan wanita. Kita menuju jalan yang diridhai Allh SWT. Dengan tetap memperhatikan kodrat kehalusan perasaan dan kelembutan hati mereka, sebagaimana pesan Rasulullah Saw. Bahwa: “Wanita itu diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok, bila meluruskannya dengan cara paksa dan kekarasan pasti ia patah, jika dibiarkan ia bengkok ia tetap bengkok. Karena itu berwasiatlah baik-baik kepada wanita.”

Khutbah Tsani

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمن سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا ، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَصَفِيُّهُ وَخَلِيْلُهُ وَأَمِيْنُهُ عَلَى وَحْيِهِ ؛ فَصَلَوَاتُ اللهِ وَسَلَامُهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَ صَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ
أَمَّا بَعْدُ مَعَاشِرَ المُؤْمِنِيْنَ عِبَادَ اللهِ : اِتَّقُوْا اللهَ تَعَالَى وَرَاقِبُوْهُ مُرَاقَبَةً مَنْ يَعْلَمُ أَنَّ رَبَّهُ يَسْمَعُهُ وَ يَرَاهُ  اللهم اغـفر للمسلمين والمسلمات والمؤمنين والمؤمنات الاحياء منهم والاموات اللهم اعـز الاسلام والمسلمين واهلك الكفرة والمشركين ودمر اعدائنا واعدائك اعداء الدين بحق رب العالمين ربنا اتنا فى الدنيا حسنة وفى الاخرة حسنة وقنا عذاب النار برحمتك يا ارحم الراحمين والحمد لله رب العالمين 
 عباد الله ان الله يأمر بالعدل والاحسان وايتاء ذي القربى وينهى عن الفحشاء والمنكر والبغي يعظكم لعلكم تذكرون ولذكر الله اكبر استغفرالله لي ولكم

Demikianlah contoh khutbah singkat mengenai menjaga keutamaan akhlak wanita yang dapat kami tuliskan semoga bermanfaat bagi kita semua. Terimakasih

Kumpulan Khutbah Jumat Singkat Lengkap

Sikap Muslim Menjawab Tantangan Zaman - Ketika berbicara masalah potensi umat Islam masa kini. Pertama saya akan bertanya terlebih dahulu, apakah umat Islam punya potensi untuk berkembang dan membangun peradabannya kembali? Secara teknis tentu umat Muslim lebih unggul dalam berbagai bidang, jika dibandingkan dengan pemeluk agama lain.

Pertanyaan saya selanjutnya apakah potensi umat muslim dapat kita andalkan untuk mengembalikan kejayaan umat Islam beberapa abad silang? Faktanya, walau kita menang jumlah, tetap saja kita masih terbelakang dan tetap saja terjajah oleh bangsa-bangsa lain. Satu hal yang tidak dimengerti oleh umat Islam bahwa Islam dapat membentuk sebuah sistem budaya.

Pada blog khutbah jumat ini saya akan mengulas tuntas pertanyaan umat muslim tentang tantangan zaman di era reformasi yang mungkin ada sebagian umat yang belum mengetahuinya. Semoga contoh khutbah jumat singkat ini bisa menjadi referensi bagi anda dalam berbagai macam kegiatan. Berikut ini adalah ulasannya :

Contoh Naskah Khutbah Jumat Singkat - Sikap Muslim Menjawab Tantangan Zaman
khutbah awal

اَلْحَمْدُ للهِ وَحْدَهُ، نَحْمَدُهُ وَ نَسْتَعِيْنُهُ وَ نَسْتَغْفِرُهُ وَنَتُوْبُ اِلَيْهِ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرُ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَهُوَ الْمُهْتَدُ وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلَنْ تَجِدَ لَهُ وَلِيًّا مُرْشِدًا   أَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ بَلَغَ الرِّسَالَةَ وَأَدَّى اْلأَمَانَةَ وَنَصَحَ لِلأُّمَّةِ وَتَرَكَنَا عَلَى الْمَحْجَةِ الْبَيْضَاءِ لَيْلَهَا كَنَهَارِهَا لاَ يَزِيْغُ عَنْهَا اِلاَّ هَالِكٌ  اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ دَعَا بِدَعْوَتِهِ اِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ. أَمَّا بَعْدُ, فَيَا عِبَادَ اللهِ اُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي الْخَاطِئَةِ الْمُذْنِبَةِ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. وَقَالَ اللهُ تَعَالَى فِي مُحْكَمِ التَّنْزِيْلِ بَعْدَ أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ : أَفَلَمْ يَسِيرُوا فِي الأرْضِ فَيَنْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ كَانُوا أَكْثَرَ مِنْهُمْ وَأَشَدَّ قُوَّةً وَآثَارًا فِي الأرْضِ فَمَا أَغْنَى عَنْهُمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

Wahai kaum muslimin, bertakwalah kalian epada Alloh denngan takwa yang sebenar-benarnya. Taatlah kepada Alloh dan Rasul-Nya dan janganlah kalian silau oleh kebebasan dan gaya hidup orang-orang yang tidak beriman, mereka hidup bermegah0megahan dan melampaui batas itu hanyalah kesenangan sementara. Kemudian tempat tinggal mereka adalah neraha Jahanam yang kekal di dalamnya.

Kaum muslimin yang berbahagia

Ketahuilah bahwa dunia tengah mengalami kemajuan di bidang materi yang amat menakjubkan, sehingga sebagian manusia menjadi lupa daratan dan mabuk kepayang. Kebanyakan manusia tengah menyibukkan dirinya dalam urusan duniawi semata, sampai lupa beribadah kepada tuhannya. Manusia semakin menguasai ilmu dan teknologi hingga mampu menguasai dunia ini, tetapi mereka semakin tidak mengetahui dan tidak mengenal hakekat dirinya sendiri. Dalam hal ini manusia modern telah menjadi korban pla hidup konsumerisme dan hedonisme, yaitu gaya hidup yang menganggap harta benda menjadi ukuran kebahagiaan dan tujuan hidupnya adalah bersenang-senang. Manusia modern semakin dimanja dengan dijejali berbagai macam produk dan konsumsi yang berlebihan untuk menuruti nafsu sepuas-puasnya. Mereka makin terjerat dan makin sulit membebaskan diri dari belenggu kenikmatan duniawi.

Padahal kalau kita pikir-pikir, seiring berkembangnya zaman, kini tengah terjadi proses hilangnya kekayaan rohaniah orang-orang modern. Karena agama sebagai kekuatan yang bisa mempertinggi derajatt manusia main banyak dilecehkan. Sehingga bukan hanya nilai-nilai kehidupan yang mengalami kemerosotan, tetapi ketajaman hati dan moral pun menjadi terbelakang.

Kaum muslimin yang berbahagia

Dari pengamatan di atas marilah kita berfikir kritis , mengapa kehidupan yang serba maju dan serba nikmat itu manusia tidak mamou mencapai hakikat kebahagiaan hidup? Bahkan justru banyak yang merasakan penderitaan jiwa dan hidup tertekan, banyak timbul rasa cemas dan gelisah. Ternyata dunia modern dengan kecanggihan teknologinya bukan jaminan memecahkan segala persoalan.

Kemajuan tidak identik dengan kebahgaiaan. Bahkan peradaban barat mengungkapkan bahwa kemajuan setinggi apapun tetap memiliki persoalan yang pelik, sebagaimana dunia yang masih terbelakang selalu dihadangkan oleh persoalan yang tidak kalah pelik dan rumitnya. Ironisnya, persoalan yang dihadapi oleh dunia modern tidak lebih ringan dibandingkan dengan yang dihadapi oleh keterbelakangan. Alloh SWT berfirman :

إِنَّا كُلَّ شَيْءٍ خَلَقْنَاهُ بِقَدَرٍ

Artnya : “Sesungguhnya kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran.” (Q.S. Al-Qamar : 49)

Dan firmannya :
لَقَدْ خَلَقْنَا الإنْسَانَ فِي كَبَدٍ

Artinya : “Sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dalam (kehidupan) bersusah payah” (QS. Al-Balad:4)

Kini peradaban manusia semakin maju , tidak sedikit rahasia dan kekuatan alam telah ditemukan. Manusia berhasil mengembangkan cabang-cabang ilmu dan teknologi menjadi sedemikian canggih. Era industralisasi melanda keselurh kawasan dunia dan bergerak dengan sempurna, sehingga manusia telah sanggup menciptakan berbagai macam alat dan perkakas secara besar-besaran untuk memenuhi kebutuhan dan kesenangan hidup mereka. Tapi bagaimana akibatnya? Manusia menjadi lupa diri dan berlaku sombong. Mereka mengagung-agungkan prestasi yang dicapai, sebaliknya, cenderung menyia-nyiakan golongan lain yang dianggapnya masih terbelakang dan miskin. Mereka tidak menyadari bahwa keberhasilan mereka hanyalah secuil saja dari pengungkapan rahasia alam semesta. Sedangkan terhadap planet bui yang kecil ini saja, masih teramat banyyak yang belum terungkap untuk diketahui akal manusia.

Maka ketahuilah, sesungguhnya menyombongkan keberhasilan duniawi adalah penyakit lama. Al- Qur’an telah memberitakan bahwa sikap kesombongan yang melupakan kepada sang pencipta semacam itu menyebabkan turunnya azab Alloh. Seperti diterangkan dalam firmannya :

أَفَلَمْ يَسِيرُوا فِي الأرْضِ فَيَنْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ كَانُوا أَكْثَرَ مِنْهُمْ وَأَشَدَّ قُوَّةً وَآثَارًا فِي الأرْضِ فَمَا أَغْنَى عَنْهُمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

Artinya : “Apakah mereka tidak melakukan perjalanan di muka bumi untuk mengamati bagaimana kesudahan orang-orang yang hidup sebelum mereka? Mereka itu lebih hebat kekuatannya dan lebih banyak bekas-bekas (peradabannya) di muka bumi. Namun apakah yang mereka usahakan itu tidak dapat menolong mereka." (QS. Al- Mukmin: 82)

Hadirin sidang jumat yang berbahgia

Dalam menghadapi kehidupan modern yang cenderung sekuler ini, pada umumnya kaum muslimin dihadapkan pada tiga pilihan hidup:

Pertama, adalah sikap menjadikan dunia ini sebagai tujuan hidup. Sikap ini diikuti oleh orang-orang yang hiupnya semata-mata untuk memuaskan hawa nafsu dan ambisi duniawi. Mereka mencari kekayaan, kedudukan, kemegahan dan sebagainya, sekedar mencari kesuksesan hidup di dunia ini saja, tanpa diyakini untuk beribadah kepada Alloh SWT.

Kedua, adalah sikap memencilkan diri dari keramaian duniawi. Hidupnya hanya dipusatkan untuk ibadah ritual semata seperti shalat, puasa, dzikir dan ibadah hablum minalloh lainnya. Mereka tidak pedulli lagi pada kenikamatan duniawi atau bahkan melupakan ibadah hablum minannaas yang sipatnya amal shalih untuk sosial kemasyarakatan. Mereka cenderung melupakan tanggung jawab kepada istri, anak dan tetangga serta enggan memperjuangkan urusan umat atau masyarakatnya.

Ketiga, adalah sikap menempatkan dirinya diantara kehidupan dunia dan akhirat. Yaitu menjadikan dunia ini sebaga sarana ibadah dengan keyakinan bahwa hidup di dunia adalah untuk beribadah. Mereka menjalani kehidupan di dunia dengan semangat mengabdi dan etos kerja yang tinggi  adalah untuk mencari bekal kehidupan di akherat. Mereka hidup lebih banyak untuk meraih kebahagiaan masa depan yang hakiki dan abadi tetapi tidak mengenyampingkan untuk menikmati kehidupan di dunia ini.

Hadirin sidang jumat yang berbahagia

Dan ketiga sikap ini yang patut menjadi pedoman adalah sikap yang ketiga sebagai yang digambarkan oleh Rasuluullah SAW yang artinya : “Bukan orang yang terbaik diantara kalian orang yang meninggalkan duniawi untuk akheratnya, dan orang yang meninggalkan akheratnya untuk duniawinya. Sesungguhnya dunia ini bekal ke akherat, dan janganlah kamu menjadi beban atas manusia. (HR. Ibnu Asakir)

Hadirin sidang jumat yang berbahagia

Sebagi penutu khutbah, kiranya seorang yang benar-benar beriman tidaklah akan teresona atau tertipu oleh kemegahan dunia ini, sebab dia dapat melihat dengan mata hatinya bahwa semua itu akan sirna dan fana. Orang-orang yang bergelimang dengan kekayaan dunia hanya untuk memuaskan nafsu peribadinya, tidak untuk kepentingan agama dan kepedulian sosialnya, seringkali pada akhir hayatnya mengalami kehidupan yang nista. Sebab kekayaan semacam itu tidak memberikan jaminan terhadap kenikmatan yang abadi, jangan lagi untuk kehidupan akherat nanti.

Alloh SWT berfirman :

اعْلَمُوا أَنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَزِينَةٌ وَتَفَاخُرٌ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِي الأمْوَالِ وَالأوْلادِ كَمَثَلِ غَيْثٍ أَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهُ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَاهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُونُ حُطَامًا وَفِي الآخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيدٌ وَمَغْفِرَةٌ مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانٌ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلا مَتَاعُ الْغُرُورِ

Artinya : “Ketahuilah, sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan, sesuatu yang melalaikan, perhiasan dan megah-megahan antara kamu, serta kebanggan banyak harta dan anak. Tak ubahnya hujan yang menkjubkan petani, karena tanamannya tumbuh kemudian kering, sesudah itu kuning dan kemudian layu. Dan di akhirat kelak ada azab yang keras dan ampunan dari Alloh dan keridhaan-Nya. Kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan yang menipu.” (QS. Al Hadid:20)

Khutbah Tsani

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمن سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا ، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَصَفِيُّهُ وَخَلِيْلُهُ وَأَمِيْنُهُ عَلَى وَحْيِهِ ؛ فَصَلَوَاتُ اللهِ وَسَلَامُهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَ صَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ
أَمَّا بَعْدُ مَعَاشِرَ المُؤْمِنِيْنَ عِبَادَ اللهِ : اِتَّقُوْا اللهَ تَعَالَى وَرَاقِبُوْهُ مُرَاقَبَةً مَنْ يَعْلَمُ أَنَّ رَبَّهُ يَسْمَعُهُ وَ يَرَاهُ  اللهم اغـفر للمسلمين والمسلمات والمؤمنين والمؤمنات الاحياء منهم والاموات اللهم اعـز الاسلام والمسلمين واهلك الكفرة والمشركين ودمر اعدائنا واعدائك اعداء الدين بحق رب العالمين ربنا اتنا فى الدنيا حسنة وفى الاخرة حسنة وقنا عذاب النار برحمتك يا ارحم الراحمين والحمد لله رب العالمين 
 عباد الله ان الله يأمر بالعدل والاحسان وايتاء ذي القربى وينهى عن الفحشاء والمنكر والبغي يعظكم لعلكم تذكرون ولذكر الله اكبر استغفرالله لي ولكم

Itulah contoh naskah khutbah jumat tentang “Sikap Muslim Menjawab Tantangan zaman” semoga bermanfaat bagi anda yang membacanya dan terimakasih telah berkunjung ke alamat blog kami. Terimakasih